Budaya

Artikel, Budaya, Info Kegiatan, Kegiatan

Festival Budaya Daerah (Helaran) Kabupaten Bogor 2023 Memperkaya Budaya dan Melestarikan Kearifan Lokal

Festival Budaya Daerah (Helaran) Kabupaten Bogor 2023 Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kekayaan budaya yang beragam. Untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal, Kabupaten Bogor menggelar Festival Budaya Daerah (Helaran) pada tahun 2023 ini, helaran merupakan parade seni dan budaya yang menampilkan ragam kesenian dari berbagai daerah di Kabupaten […]

Budaya, Info Kegiatan, Kegiatan, seni budaya

Festival Budaya 2023 keharmonisan dalam budaya

Pentingnya Festival Budaya Kabupaten Bogor di Puncak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor telah melaksanakan kegiatan Festival Budaya Kabupaten Bogor pada tanggal 19 Agustus 2023 di Landing Paralayang Puncak. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Disbudpar dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Kabupaten Bogor. Kegiatan Festival Budaya Kabupaten Bogor 2023 di Puncak ini diikuti oleh

Budaya, Info Kegiatan, seni budaya

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Gelar Golek Keliling

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Golek Keliling di beberapa lokasi di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kesenian dan budaya tradisional Kabupaten Bogor kepada masyarakat luas. Goling merupakan pertunjukan wayang golek yang dibawakan oleh dalang keliling ke berbagai desa dan kampung. Dalam kegiatan ini, dalang keliling akan mementaskan wayang golek dengan

Budaya

Liburan sambil berlajar sejarah di salah satu peninggalan kerajaan Tarumanegara

[vc_row][vc_column][vc_column_text] Batu Tulis Ciaruteun (Prasati Ciaruteun) terletak di Desa Ciaruteun Ilir, kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Prasasti Ciaruteun atau prasasti Ciampea ditemukan di tepi sungai Ciaruteun, tidak jauh dari sungai Ci Sadane, Bogor. Prasasti tersebut merupakan peninggalan kerajaan Tarumanagara. Prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional) pada tahun 1863.

Scroll to Top