Category: seni budaya

kumpulan artikel yang bersumber dari Bidang Kebudayaan Disbudpar Kab. Bogor.

DISBUDPAR Presents: BOGOR CULTURE NIGHT 2019

Bogor Culture Night 2019 adalah kegiatan dengan tujuan untuk memperkenalkan seni budaya yang ada di Kabupaten Bogor kepada masyarakat dan melestarikan aktivitas Sanggar Seni dengan menampilkan berbagai macam kesenian dari mulai seni tradisional, nasional, sampai modern. Selain itu juga untuk menghibur masyarakat yang berkunjung ke Plaza Pakansari di Malam Minggu. Kegiatan ini masuk ke dalam Program 100 Hari milik Bupati Bogor sebagai bagian dari Panca Karsa yaitu untuk mewujudkan Bogor yang Maju dan Berkeadaban. Pelaksanaan acara ditetapkan dua kali dalam sebulan sepanjang tahun. Sudah mulai berjalan pada tanggal 16 Februari dan 23 Februari 2019. Acara dimulai sejak pukul 20.00 WIB dan selesai sekitar pukul 22.00 WIB, bertempat di Plaza (Stadion) Pakansari, Jl.Kol. Edy Yoso Martadipura, Cibinong.

Pada tanggal 16 Februari yang tampil adalah Sanggar Seni (SS) Dwipayana dari Kecamatan Cibinong asuhan Ibu Ayu, dengan kreasi tarian tradisional. Untuk tanggal 23 Februari penampilnya adalah SS Putri Galuh dari Kecamatan Ciomas pimpinan Ibu Ina Rahmawati, menampilkan  tarian tradisional dan modern.

Dalam Pelaksanaan Kegiatan Bogor Culture Night, Disbudpar Kab.Bogor bekerjasama dengan Dispora (terkait venue/lokasi) dan Satpol PP (untuk keamanan). Acara ini juga dihadiri oleh Tim dari Setda serta Tim Branding dari Kabupaten Bogor.

Read More
disbudpar 5 Mar 2019 0 Comments

SEMARAK FESTIVAL BUDAYA DAERAH KABUPATEN BOGOR 2018

Sesuai jadwal yang telah disampaikan, pada tanggal 17 November 2018, bertempat di Lapangan Tegar Beriman, acara Festival Budaya Daerah Kabupaten Bogor (Helaran) 2018 telah diselenggarakan. Festival tahunan yang merupakan salah satu program kerja Disbudpar Kab.Bogor ini menampilkan hasil kreasi seni dan budaya dari semua Kecamatan yang turut berpartisipasi.

Acara Festival dimulai sejak pukul 07.00 oleh pembawa acara dari Paguyuban Moka (mojang-jajaka) yang secara komunikatif mengalirkan jalinan acara. Sebagai sajian di awal acara ditampilkan suguhan tarian dari FPK (Forum Pembauran Kebangsaan) yang membawakan tarian daerah Sumatra dan Papua. Sebuah penampilan yang perlu diapresiasi karena mengusung pesan persatuan untuk NKRI yang terdiri dari keragaman suku dan budaya namun senantiasa berpadu menjadi satu jua. Sebuah perbedaan selaiknya disikapi sebagai warna-warni yang bisa dipadu jadi sebuah karya seni yang indah.

Sambutan awal disampaikan oleh Kadisbudpar Kabupaten Bogor selaku Pimpinan dari Dinas penyelenggara. Disambung dengan sambutan dari Bupati Bogor yang menyampaikan rasa syukur serta dukungan atas terselenggaranya acara Festival Budaya Daerah. Selain itu Perwakilan Kedubes Arab Saudi juga berkenan memberi Sambutan untuk acara tahun ini. Setelah pembacaan doa bersama kemudian acara dibuka secara resmi oleh Bupati Bogor bersama dengan tamu undangan.

[SLGF id=1042]

Suguhan tari pembukaan kemudian dibawakan oleh Paguyuban Moka bekerjasama dengan anggota Paskibra pilihan. Tarian Kolosal ini layak mendapat acungan jempol karena koreografinya terasa begitu artistik dan megah. Kekompakan gerak dipadu dengan musik latar yang ciamik serta ditambahi dengan sajian seorang vokalis (finalis Jajaka) bertimbre orkestra, menjadikan sajian pembukaan ini menjadi salah satu momen yang pantas untuk dikenang dari acara Helaran tahun 2018.

[SLGF id=1063]

Festival Budaya Daerah Kabupaten Bogor kemudian berlanjut ke acara inti yaitu persembahan kreasi seni dari setiap Kecamatan yang turut berpartisipasi. Dalam sesi utama ini tampuk pembawa acara diserahkan kepada Kang Ceceng. Dengan gayanya yang kocak dan ‘Sunda pisan’, Kang Ceceng mengantar setiap suguhan seni tampil di hadapan Bupati dan para tamu undangan . Masing-masing perwakilan berlomba menunjukkan kreasi terbaiknya. Ada sajian pencak silat, rampak kendang, mini drama, tari kreasi, juga suguhan bertema permainan anak-anak. Iring-iringan terus berjalan sampai pada penampilan terakhir. Semuanya berusaha untuk merebut gelar sebagai penampil terbaik.

[SLGF id=1089]

Akhir kata, sampai jumpa lagi di acara Helaran tahun depan!

Read More
disbudpar 22 Nov 2018 2 Comments

BIMBINGAN SENI DAN BUDAYA KABUPATEN BOGOR

Dalam rangka merawat kecintaan warga Kabupaten Bogor terhadap seni dan kebudayaan terutama dalam hal seni peran, Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bogor menyelenggarakan acara bertajuk Bimbingan Seni dan Budaya (Seni Peran). Acara ini digelar pada tanggal 23 April 2018, bertempat di Aula PGRI Kecamatan Jasinga. Kadisbudpar Kabupaten Bogor, Drs. Rahmat Surjana, turut hadir dan membuka kegiatan ini

Seni peran punya akar yang cukup kuat dalam kesenian Sunda. Pertunjukan seni seperti Reog Sunda misalnya, melibatkan kemampuan untuk bermain peran dalam membawakan sebuah lakon yang memancing tawa. Diharapkan agar acara bimbingan seperti ini bisa lebih menumbuhkan minat dalam bidang seni-budaya, khususnya seni peran dalam kesenian daerah. Sedikitnya bisa membantu memperkenalkan dan menjaga agar minat itu bisa terus ada, terutama bagi generasi muda.

Read More
disbudpar 24 Apr 2018 0 Comments

SITUS KAMPUNG MUARA

Lokasi : Desa Ciaruten Hilir Situs Ciaruteun

Disini banyak di temukan Prasasti salah satunya Prasasti Ciaruteun yaitu sebuah Prasasti yang berasal dari masa Tarumanagara, yang dikeluarkan oleh raja Purnawarman pada sekitar abad ke-5 Masehi.
Situs ini merupakan situs berlanjut (Multur Comporentsitus) yang dipergunakan sejak masa Prasejarah hingga sekitar abad ke 16 Masehi, terlihat pada tahun 1970 dan 1971 berhasil menemukan sejumlah temuan yang menunjukan Tradisi Megalitik  seperti Menhir, Batu Dakon, Susunan Batu Berunduk dan Susunan Batu-Batu Besar. Sejumlah Arca tipe Megalitik dan Gundukan tanah berupa “Tumulus”(Barrow). Temuan ini berasal dari masa yang lebih muda seperti Fragmen Gelang dari Batu Kapur, Mangkuk Perunggu, Manik-Manik, Kereweng-kereweng dan sejumlah Porselen dari abad 12-16 M.Hasil ekskafasi dan analisa menujukan adnya bekas Perkampungan dengan bentuk rumah perumpak di daerah ini yang berlatar belakang social sesuai dengan lingkungannya, berupa Tradisi Upacara Megalitik yang hidup berdampingan dengan Hindhu –Budha (dengan Prasasti sebagai satu buktinya).

Read More
disbudpar 22 Dec 2017 0 Comments

LEUWEUNG LARANGAN

Leuweung (Hutan) Larangan Pacawati terletak di Desa Pancawati Kec.Caringin Kab.Bogor jarak tempuh dari Kota Cibinong kurang lebih 28 km.masuk dari Desa Cikureuteg menuju Pancawati sekitar kurang kebih 7 km,dengan waktu 80 menit,posisi Leuweung Larangan berada pada sebuah Bukit berjalan sekitar 800 m.
Menurut penuturan Bp.Wirya sebagai juru kunci /Kuncen (juru pelihara )merupakan larangan keras untuk dapat di abadikan,difoto ataupun ditulis,oleh sebab itu seizin beliau kami dapat membuat Narasi dan mengambil beberapa bagian foto sebagai bahan Dokumentasi pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Bogor.

Hasil Observasi lapangan,tempat itu merupakan suatu yang disaklarkan tidak menyebutkan silsilah terperinci serat asal usulnya,namun dapat di ketahui di antara makam keramat tersebut ,merupakan Tokoh penyebar Agama islam yang mengambil garis turunanya ada hubungan dan kaitanya dengan makam Cikundul,(Arya Wiratama Data Cianjur).dan makam Embah Arya Pasir Angin Kec. Megamendung Kab.Bogor. Selanjutnya Beliau menyebutkan Nama-nama:

  1. Syech Mama Wali Haji Yusuf;
  2. Syarifah binti Ainoloh;
  3. Amah binti Hasanah;

Demikian nama-nama yang di makam kan di leuweung larangan ini,sebagai bukti keberadanya.selanjutnya dari hasil wawancara dengan Bp. Wirya tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke tempat ini.berkisar antar 600-800 orang /bulan,baik wisatawan dalam dan luar kota Bogor,Umunya yang datang adalah kaum Wanita dengan tujuan :
1. Mendoakan para ahli kubur;
2. Meminta Doa keselamatan;
3. Doa meminta Kesehatan Lahir dan Bhatin dan lainnya.

Pembacaan Doa di bimbing oleh Ahli waris ataupun kuncen yang menunggu makam keramat.

Read More
disbudpar 22 Dec 2017 0 Comments

GOA LANGKOP

Goa Langkop terletak di Kampung Tapos Desa Sukaharja Kec. Cijeruk, Kab. Bogor, diperkirakan jarak tempuh dengan berjalan kaki menyusuri Bukit sepanjang 4 Km dengan waktu kurang lebih 1 Jam. Lingkungan alam ditumbuhi Semak Belukar dan  Pohon Kayu Besar ,Udaranya sedikit Lembab sehingga Tanah Agak Basah
Situs Goa Langkop merupakan temuan Arkeologi yang sudah tercatat pada Suaka Peninggalan  Sejarah dan Purbakala Serang ,sehinga situs ini telah di Lindungi,di Pelihara dan dibina menurut ketentuan Undang-Undang No 5 tahun 1993 dan sekarang telah masuk dalam daftar Inventaris dari Berbagai Benda Cagar Budaya yang di lindungi.
Keberadaan Situs secara Keseluruhan terdiri dari :
1.    Batuan Menhir .
2.    Batuan Berudak masing-masing mempunyai Teras.
3.    Goa yang berdinding Batu sebanyak 2 Buah.
4.    Batu kubur /Batu Alta

  1. Batu Menhir; Menhir berada pada Teras I dekat anak tangga dengan bentuk dan ukuran yang beragam,hasil pengamatan diLapangan Tinggi Menhir 67 Cm,Lebar 23Cm,Bentuk agak Kerucut.
  2. Batuan Berundak masing-masing mempunyai Teras; Ketinggian Teras ke satu dengan yang lain kurang dari 50 cm menuju ke mulut goa, sebagian susunan batu ini masih tertata dengan rapi (Teras ke II ) sebagian sudah mengalami kerusakan (Teras ke-1), hampir tertutup Semak Belukar.
  3. Batu Kubur atau Batu Altra merupakan Papan Batu berupa Altra atau Batuan Pipih dekat Menhir.Menurut catatan dan kapercayaan pada tradisi megalit tempat ini merupakan tempat Pemujaan atau Semedi /pertapaan.
  4. Goa yang dimaksud adalah Dinding Atap dari Batu yang menjorok kedalam setelah di amati  ternyata Goa ini terdapat 2 buah yang berukuran Besar dan Kecil, Kedua-duanya berada pada teras ke-2 yang Pertama di sebelah Barat dan yang satunya di arah Timur Laut. Dengan rincian sebagai berikut      :
  • Goa Pertama mempunyai ukuran panjang bagian luar 980 cm,Tinggi 380 cm ,Lebar mulut Goa 750 cm, Panjang Goa 280 cm ,Lantai tersebut dari Papan Batu.
  • Goa kedua Panjang Bagian Luar 620 cm ,Tinggi 190 cm, Tebal  Batu pada atas Mulut Goa 130 cm,Lebar mulut Goa 190 cm,Panjang Goa 150 cm, Lantai tanah dan Lembab.

Kaitan antara keberadaan Menhir – Batu Altra dan Goa tidak dapat di pisahkan satu dengan lainya.karena umumnya posisi temuan ini  berada di tempat yang tinggi(Kaki Gunung Salak) adanya . Asumsi tulisan Agus  Arif Munandar,bahwa Menhir sebagai pelambang Batu Tegak , mempunyai fungsi sebagai tempat Upacara Pemujaan , maka dengan demikian adanya bukti bahwa Goa Langkop adalah sebuah warisan dari kondisi lama yang hidup pada masa Kebudayaan prasejarah ,jika mungkin dapat dikatakan sejaman pada masa Megalitik muda.
Kini keberadaan Goa Langkop tidak terurus, Alang-alang dan Semak Belukar menutupi area ini struktur bangunan terimpit oleh Pohon Besar sehingga tampak adanya penyempitan jalan menuju Lokasi rusak berat serta jalan setapak licin sewaktu turun Hujan.
Hasil wawancara dengan Jupel Goa Langkop , pengunjung yang datang umumnya kalangan Mahasiswa yang berkaitan dengan studi  keilmuan-nya, kalangan Masyarakat sebagai Pecinta Kesejarahan dan Instansi pemerintah yang menangani masalah ini data kunjungan menunjukan kurang lebih 60-80 orang perbulan yang datang ke tempat ini.

Read More
disbudpar 22 Dec 2017 0 Comments

MAKAM RADEN ARIA BAYA (EMBAH ARIA)

Pasir Songgom – Pasir Angin kec.Mega Mendung
Makam Embah Ara merupakan Pesona Budaya wisata keagamaan yang terletak di Desa Pasir Angin,Cipayung Kec.Mega Mendung Kab.Bogor dengan jarak tempuh dari Kota Cibinong diperkirakan sekitar 26 km,menuju arah selatan,menyusuri sungai Ciburial sebelah barat dengan alur jalan yang berliku-liku pada sebuah perbukitan,maka tampak sebuah bangunan yang indah dan mewah yang dibangun oleh ahli warisnya.adalah sebuah banguna makam berukuran 20 x 30 m yang berlantai keramik dan terdapat kuba berdiameter kurang lebih 10 m menjulang tinggi. Bangunan makam Embah Aria dibangun di atas tanah wakaf H Aceng yang 700 m dilengkapi area parkir seluas 2000 m sepanjang 100 m berjajar warung makan dan warung perlengkapan yang meyediakan sarana Ritual atau penyampaian pesan seperti :

  • Buku-buku berisikan Do’a;
  • Perangkat Alat Sholat;
  • Persesajian berupa : Dupa,Kemenyan,dan Air dalam botol dll.

Hal ini disediakan bagi pengunjung yang akan mendoakan arwah bagi tokoh Agama yang dimaksud.
Menurut juru kunci, makam Embah Aria merupakan Makam keramat yang selalu banyak dikunjungi oleh para perziarah baik dalam maupun luar Jawa Barat, menyebarkan Agama Islam di Jawa khususnya di Jawa Barat,yang merupakan keturunan dari Rd Angga Dipa yang hidup pada tahun 1675-1723.
Silsilah menunjukan bahwa beliau adalah keturunan susuhunan keluarga Sukapura yaitu dari Dalem Wiria Wangsa yang menjadi Bupati Sukapura ke I diangkat menjadi Bupati oleh Sultan Mataram pada tahun 1632-1674 kemudian turun pada Dalem Tambela,baru pada Raden Angga Dipa.silsilah keturunannya tidak mempunyai kejelasan khusus, hanya saja tercatat bahwa beliau adalah keturunan anak yang ke 22 dari Rd.Angga Dipa.
Dari keterangan Juru kunci pengujung yang datang ke tempat ini mencapai 900 orang per bulannya dan pada saat hari-hari besar Islam (Mulud,Muharam,Rajab) pengunjung mencapai 2.000 orang.

Read More
disbudpar 22 Dec 2017 0 Comments

MAKAM MBAH DUWUR

Kampung Muara Desa Ciaruteun Hilir Kec. Cibungbulang
Adalah sebuah makam kuno yang dikeramatkan oleh masyarakat Kampung Muara Desa Ciaruteun dan Kebon Kopi.Jarak tempuh dari Cibinong diperkirakan sekitar 23 Km sampai tujuan.
Tulisan yang memuat Keberadaan Makam kuno ini agak sulit ditemukan,begitupun keterangan dari Juru peliharanya,dari hasil peninjauan lapangan kiranya dapat sedikit menyimpulakan bahwa keberadan makam sejaman dengan adanya Batuan Berumpak
/Berundak yang menyatakan adanya kehadiran Batu Prasasti Jaman Tarumanegara.
Sementara pemberian Nama pada Embah Duwur ini pun tidak jelas,tidak nampak nama asli atau nama sesungguhnya,masyarakat telah terlanjur menyebutnya Embah Duwur,karena letak makam ada pada sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 30 M diatas rata-rata
ketinggian Tanah.adanya keistimewahan pada nama Embah Duwur ini,seolah–olah mengaitkan pada lingkungan sekitarnya bahwa beliau sebagai penguasa daerahnya (Supra Natural).
Data pengunjung pada Embah Duwur ini tidak tercatat dengan jelas,hanya saja dalam waktu-waktu tertentu pengujung banyak yang datang untuk mendoakan para arwah yang di kubur tersebut.

Read More
disbudpar 22 Dec 2017 0 Comments

SITUS CIBALAY

Salah satu peningalan yang cukup banyak di kabupaten Bogor ini diantaranya adalah peningalan dari tradisi Megalitik Cibalaya yang terletak di Cibalay Desa Tapos I Kecamatan
Tenjo Laya. Jarak tempuh dari Kota Cibinong kurang lebih 24 Km dan menuju jalan setapak kurang lebih 3 Km untuk mencapai Lokasi .
Hasil pemantauan di Lokasi ,Situs Megalitik Batu Cibalaya terhimpun pada suatu area yang jaraknya berdekatan antara radius 600 m sampai dengan 110 m.Nama – nama situs tersebut
adalah :
1. Situs kramat kasang
2. Situs Balai Kambang
3. Situs Arca Domas
4. Situs Pasir Manggis
Dari kelima Situs tersebut baik Bentuk,Tipe,Ukurannya dapat di pastikan keberadaanya , perkiraan angka , tahun pada jaman megalitik berkisar antara 2000-1000 tahun
Masehi,Temuan pertama dilakukan oleh NJ Krom tahun 1914 dalam “Rapporter Oudheidkeindige “dan dalam TB6 1909 yang berjudul Artja domas Het Zieledand der Badoey.

Pengarsipan Situs Cibalaya secara utuh masih ada di musium negeri Belanda.
Hasil pengamatan Batuan Megalitik di Cibalay berupa Punden Barudak ,Menhir dan Batu Tegak/Batu Kubur yang dalam penempatan dan susunannya tidak terarah pada satu sudut.

Adanya kemungkinan pada Situs Jamipaciing adanya Nama-nama Mangutapak,Patah Aki soleh,eyang Nurmala dan nama-nama tersebut di makam kan dekat atau berdampingan dengan Situs Megalitik
tersebut.

Read More
disbudpar 22 Dec 2017 0 Comments

PRASASTI CIARUTEUN

Lokasi Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor

Prasasti Ciaruteun merupakan batu peringatan yang berasal dari masa Kerajaan Tarumanegara sekitar abad V Masehi yang ditandai dengan bentuk tapak kaki Raja Purnawarman.
Prasasti Ciaruteun sekarang ditempatkan pada lahan berpagar seluas sekitar 1.000 m2 dan dilengkapi cungkup berukuran 8 x 8 m. Prasasti dipahatkan pada sebongkah batu andesit.

Prasasti ini ditulis dengan huruf Palawa berbahasa Sansekerta, dituliskan dalam bentuk puisi India dengan irama anustubh terdiri dari 4 baris. Berdasarkan pembacaan oleh

Poerbatjaraka prasasti tersebut berbunyi :

vikkranta syavani pateh
srimatah purnnavarmmanah
tarumanagarendrasya
visnoriva padadvayam

yang artinya sebagai berikut :
“ini (bekas) dua kaki, yang seperti kaki dewa Wisnu, ialah kaki Yang Mulia Sang Purnavarman, raja di negeri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”

Read More
disbudpar 22 Dec 2017 0 Comments