Category: ARTIKEL

MALAM FINAL PASANGGIRI MOJANG-JAJAKA KABUPATEN BOGOR 2019

Pada hari Sabtu, tanggal 13 Juli 2019, bertempat di Hotel Lorin, Sentul, Seksi Event Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor telah menyelenggarakan kegiatan Pasanggiri Mojang-Jajaka Kabupaten Bogor 2019. Dalam gelaran ini dipilih Mojang dan Jajaka Pinilih serta beberapa kategori lain. Jumlah finalis tahun ini kembali memenuhi target yaitu 30 orang.

Acara dibuka oleh sambutan dari PLT Disbudpar, dilanjut dengan  sambutan dari Bupati Bogor, Ibu Ade Yasin. Kegiatan Pasanggiri malam itu dimeriahkan juga dengan suguhan tari kreasi dari Sanggar Seni binaan Disbudpar, serta penampilan khusus dari para Finalis berupa sajian tari kreasi yang dipadu dengan suguhan kombinasi apik musik elektronik dengan nada gending tradisional.

Untuk pemenang Mojang Jajaka Kabupaten Bogor tahun 2019, juara 1 Mojang diraih Rizzal Ramadhyta daru Kecamatan Cibinong dan Jajaka diraih oleh Raka Riyanto dari Kecamatan Cileungsi. (Udo)

Penampilan Putri Pariwisata Indonesia 2019 sebagai Juri Tamu

Read More
disbudpar 15 Jul 2019 0 Comments

FESTIVAL BUDAYA DAERAH KABUPATEN BOGOR 2019

Pada tanggal 7 April 2019, Disbudpar Kabupaten Bogor telah melaksanakan Festival Budaya Daerah (Helaran) 2019. Berlokasi di Stadion Pakansari,Cibinong, acara ini sukses menarik ribuan pengunjung. Festival ini juga turut dihadiri oleh 16 Duta Besar negara sahabat.

Seperti tahun sebelumnya, dalam Festival ini ditampilkan kesenian budaya dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Ada parade pakaian adat, tari-tarian, hingga pawai mobil hias. Semua ditampilkan dalam event yang sudah memasuki tahun ke-lima ini.

[SLGF id=1384]

Perlu diketahui bahwasanya Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan dan memiliki potensi kekayaan kesenian tradisional yang sangat beragam. Setiap kesenian memiliki ciri khas masing-masing, yang lahir dari khasanah wilayahnya.

Disbudpar Kab.Bogor melalui Festival Budaya Daerah berusaha untuk menampilkan semua kekayaan seni budaya tersebut.

Read More
disbudpar 12 Apr 2019 3 Comments

KONDISI GEOGRAFIS DAERAH KABUPATEN BOGOR

Wilayah Kabupaten Bogor terletak di antara 6º18’0″ – 6º47’10” Lintang Selatan dan 106º23’45” – 107º13’30” Bujur Timur, dengan luas wilayah ± 298.838,304 Ha. Batas-batas wilayah administrasinya yaitu : Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Depok, Kabupaten/Kota Bekasi; Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak; Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Purwakarta; Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur; sedangkan di Bagian Tengah berbatasan dengan Kota Bogor. Secara administratif, wilayah Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan yang di dalamnya meliputi 416 desa dan 19 kelurahan (435 desa/kelurahan), yang tercakup dalam 3.882 RW dan 15.561 RT.

Topografi Kabupaten Bogor bervariasi, dari dataran yang relatif rendah di bagian utara hingga dataran tinggi di bagian selatan, yang dikelompokkan berdasar ketinggiannya sebagai berikut : sekitar 29,28% berada pada ketinggian 15-100 meter di atas permukaan laut (dpl), 42,62% berada pada ketinggian 100-500 meter dpl, 19,53% berada pada ketinggian 500-1.000 meter dpl, 8,43% berada pada ketinggian 1.000-2.000 meter dpl dan 0,22% berada pada ketinggian 2.000–2.500 meter dpl. Selain itu, kondisi morfologi Kabupaten Bogor sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan dengan batuan penyusunnya didominasi oleh hasil letusan gunung, yang terdiri dari andesit, tufa dan basalt. Gabungan batu tersebut termasuk dalam sifat jenis batuan relatif lulus air dimana kemampuannya meresapkan air hujan tergolong besar. Jenis pelapukan batuan ini relatif rawan terhadap gerakan tanah bila mendapatkan siraman curah hujan yang tinggi. Selanjutnya, jenis tanah penutup didominasi oleh material vulkanik lepas agak peka dan sangat peka terhadap erosi, antara lain Latosol, Aluvial, Regosol, Podsolik dan Andosol. Oleh karena itu, ada beberapa wilayah di Kabupaten Bogor yang rawan tanah longsor.

Secara klimatologis, wilayah Kabupaten Bogor termasuk iklim tropis sangat basah di bagian selatan dan iklim tropis basah di bagian utara, dengan rata-rata curah hujan tahunan 2.500–5.000 mm/tahun, kecuali di wilayah bagian utara dan sebagian kecil wilayah timur curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun. Suhu rata-rata di wilayah Kabupaten Bogor adalah 20°- 30°C, dengan suhu rata-rata tahunan sebesar 25°C. Kelembaban udara 70% dan kecepatan angin cukup rendah, dengan rata–rata 1,2 m/detik dengan evaporasi di daerah terbuka rata–rata sebesar 146,2 mm/bulan.

Sedangkan secara hidrologis, wilayah Kabupaten Bogor terbagi ke dalam 8 (delapan) buah Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu : (1) DAS Cidurian; (2) DAS Cimanceuri; (3) DAS Cisadane; (4) DAS Ciliwung; (5) DAS Cileungsi; (6) DAS Cikarang; (7) DAS Cibeet dan (8) DAS Ciberang. Selain itu juga terdapat 32 jaringan irigasi pemerintah, 900 jaringan irigasi pedesaan, 95 situ dan 201 mata air.

Struktur penggunaan lahan di wilayah Kabupaten Bogor dikelompokkan menjadi : sawah irigasi/tadah hujan seluas 69.959,37 ha (22,89%), kebun campuran seluas 62.965,17 ha (21,07%), semak belukar seluas 52.575,49 ha (17,20%), hutan seluas 40.576,7 ha (13,58%), permukiman seluas 40.790 ha (13,35%), ladang/tegalan seluas 33.815 ha 11,06% serta selebihnya berupa badan air dan rawa.

Demikianlah kondisi demografis daerah Kabupaten Bogor. Informasi ini kami sajikan agar masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bogor, bisa lebih mengenali dan memahami. Sementara kaitannya dengan pariwisata adalah informasi kondisi wilayah ini bisa dijadikan referensi untuk memahami daerah yang akan dikunjungi sebagai destinasi wisata.

 

Read More
disbudpar 6 Feb 2019 0 Comments

URAIAN SINGKAT MENGENAI KLASIFIKASI PARIWISATA

Sebagai bagian dari pemberian informasi kepada masyarakat mengenai pariwisata secara umum, rasanya perlu juga untuk menjabarkan mengenai istilah-istilah dalam dunia pariwisata. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan perbedaan pemahaman saat kita ingin meninjau sebuah aspek wisata juga kala bermaksud meminta atau memberi keterangan dalam konteks Kepariwisataan. Dalam tulisan kali ini fokus uraian akan lebih pada klasifikasi jenis pariwisata dan unsur-unsur yang terkait di dalamnya.

Keanekaragaman obyek dan daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Bogor merupakan suatu potensi yang perlu dicermati dan ditindaklanjuti secara tepat untuk menjadikan Kabupaten Bogor sebagai suatu daerah pengembangan pariwisata  di Jawa barat yang memiliki produk wisata yang unggul serta sesuai dan mampu memenuhi minat dan tuntutan wisatawan.

Sebelum sampai pada tujuan di atas, wisatawan sebaiknya mengetahui perihal jenis-jenis (klasifikasi) dasar pariwisata sehingga bisa membantu untuk mengenali obyek dan daya tarik wisata apa saja yang ada di Kabupaten Bogor dan bagian mana saja yang menjadi unggulan atau masih perlu dikembangkan.

Berikut ini adalah klasifikasi dasar jenis-jenis Pariwisata:

  1. Pariwisata Etnik (Ethnic Tourism), yaitu perjalanan untuk mengamati perwujudan kebudayaan dan gaya hidup masyarakat yang menarik.
  2. Pariwisata Budaya (Culture Tourism), yaitu perjalanan untuk meresapi atau untuk mengalami gaya hidup yang telah hilang dari ingatan manusia.
  3. Pariwisata Rekreasi (Recreation Tourism), yaitu kegiatan pariwisata yang berkisar pada olahraga, menghilangkan ketegangan dan melakukan kontak sosial dengan suasana santai.
  4. Pariwisata Alam (Eco Tourism), yaitu perjalanan ke suatu tempat yang relatif masih asli atau belum tercemar, dengan tujuan untuk mepelajari, mengagumi, menikmati pemandangan, tumbuhan, dan binatang liar serta perwujudan budaya yang ada atau pernah ada di tempat tersebut.
  5. Pariwisata Kota (City Tourism), yaitu perjalanan dalam suatu kota untuk menikmati pemandangan, tumbuhan dan binatang liar serta perwujudan budaya yang ada atau pernah ada di tempat tersebut.
  6. Resort City, yaitu kota atau perkampungan yang mempunyai tumpuan kehidupan pada persediaan sarana atau prasarana wisata yaitu penginapan, restoran, olahraga, hiburan dan persediaan tamasya lainnya.
  7. Pariwisata Agro (Agro Tourism yang terdiri dari Rural Tourism atau Farm Tourism) yaitu merupakan perjalanan untuk meresapi dan mempelajari kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan. Jenis wisata ini bertujuan mengajak wisatawan memikirkan alam dan kelestariannya.

Untuk melengkapi eksistensi sebuah objek wisata diperlukan unsur-unsur penunjang keberadaannya. Unsur-unsur yang terlibat dalam industri pariwisata meliputi hal-hal sebagai berikut:

  1. Akomodasi; tempat seseorang untuk tinggal sementara.
  2. Jasa Boga dan Restoran; industri jasa di bidang penyelenggaraan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial.
  3. Transportasi dan Jasa Angkutan; industri usaha jasa yang bergerak di bidang angkutan darat, laut dan udara.
  4. Atraksi Wisata; kegiatan wisata yang dapat menarik perhatian wisatawan atau pengunjung.
  5. Cenderamata (Souvenir); benda yang dijadikan kenang-kenangan untuk dibawa oleh wisatawan pada saat kembali ke tempat asal.
  6. Biro Perjalanan; badan usaha pelayanan semua proses perjalanan dari berangkat hingga kembali.

Demikianlah sedikit uraian mengenai pariwisata yang bisa diberikan pada kesempatan ini. Masyarakat yang tinggal di Kabupaten Bogor, dengan tambahan informasi ini, bisa turut mengenali dan memahami objek-objek wisata yang ada di dekat daerah tempat tinggalnya masuk ke dalam klasifikasi yang mana. Selain itu bisa juga menginformasikan jika ada tempat yang sebenarnya masuk dalam klasifikasi objek wisata di daerah mereka namun belum diketahui secara luas.

Akhir kata kami mengucapkan: selamat berwisata.

Read More
disbudpar 21 Dec 2018 0 Comments

DERU MESIN OFF-ROAD DI KESEJUKAN PUNCAK

Ada banyak ragam rancangan Disbudpar Kabupaten Bogor dalam rangka mempromosikan pariwisata daerah. Salah satunya adalah merangkul even dari Komunitas Off-Road 4×4 dan menggabungkannya dengan aspek promosi wisata. Tahun ini acara tersebut kembali digelar. Pembukaan acara bertempat di  kawasan Gunung Mas, Puncak, sementara lokasi rally mengambil jalur di Gunung Kencana, Tugu Utara. Acara tersebut berjalan selama 3 hari, dimulai dengan pembukaan pada tanggal 29 November 2018 sampai penutupan acara pada tanggal 2 Desember 2018. Gelaran Off-Road pariwisata ini diiikuti oleh para penyuka rally off-road dari seluruh Indonesia. Dengan dukungan penuh dari organisasi yang menaunginya yaitu Indonesia Off-Road Federation (IOF). Selain Disbudpar Kab.Bogor gelaran tahun ini juga didukung oleh BNN dengan sisipan misi anti narkobanya, juga Bulog, PMI Bogor, serta IMI.

[SLGF id=1148]

Pembukaan acara di Gunung Mas pada tanggal 29 November diawali dengan penampilan tari kreasi dari salah satu Sanggar Seni binaan Disbudpar. Disambung dengan pembiukaan oleh Ketua IOF, juga oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Parwisata yang membacakan sambutan dari Bupati Bogor. Pada kesempatan ini turut hadir juga Wakil Bupati Bogor yang baru terpilih sebagai tamu undangan.

[SLGF id=1161]

Secara simbolis Acara dimulai dengan flag-off (pengayunan bendera) untuk melepas mobil-mobil yang akan turut berlaga. Pengayunan bendera pertama dilakukan oleh Ketua IOF, lalu disambung oleh Wakil Bupati terpilih. Setelah itu dilakukan penempelan stiker Anti Narkoba di kap mesin mobil. Setelah kemeriahan acara pelepasan, acara berlanjut dengan penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan Bogor Go-Green. Dengan usungan misi Anti Narkoba dan Bogor Go-Green, diharapkan acara ini bisa membawa alur positif dalam perhelatan para Off-Roader yang terkesan garang dan kasar.

[SLGF id=1173]

Setiap mobil yang akan turun dalam gelaran ini mesti diuji terlebih dulu sebelum turut berlaga. Ada tim khusus yang memeriksa kelayakan mobil-mobil tersebut, baik dari segi keamanan mau pun kekuatan mesinnya. Hal ini tentu saja untuk memastikan agar aspek keamanan acara dan peserta yang mengikutinya bisa sama-sama terjaga.

[SLGF id=1181]

Pemandangan serba hijau dan udara dingin-sejuk di sekitar Gunung Mas mengawal mereka yang berpartisipasi dalam acara Off-Road Wisata 2018. Deretan mobil-mobil kokoh di sekitar lokasi acara memberi ornamen tersendiri. Deru mesin dan alat-alat berat berpadu dengan keindahan pemandangan khas Gunung Mas, Puncak.

Read More
disbudpar 4 Dec 2018 0 Comments

SEMARAK FESTIVAL BUDAYA DAERAH KABUPATEN BOGOR 2018

Sesuai jadwal yang telah disampaikan, pada tanggal 17 November 2018, bertempat di Lapangan Tegar Beriman, acara Festival Budaya Daerah Kabupaten Bogor (Helaran) 2018 telah diselenggarakan. Festival tahunan yang merupakan salah satu program kerja Disbudpar Kab.Bogor ini menampilkan hasil kreasi seni dan budaya dari semua Kecamatan yang turut berpartisipasi.

Acara Festival dimulai sejak pukul 07.00 oleh pembawa acara dari Paguyuban Moka (mojang-jajaka) yang secara komunikatif mengalirkan jalinan acara. Sebagai sajian di awal acara ditampilkan suguhan tarian dari FPK (Forum Pembauran Kebangsaan) yang membawakan tarian daerah Sumatra dan Papua. Sebuah penampilan yang perlu diapresiasi karena mengusung pesan persatuan untuk NKRI yang terdiri dari keragaman suku dan budaya namun senantiasa berpadu menjadi satu jua. Sebuah perbedaan selaiknya disikapi sebagai warna-warni yang bisa dipadu jadi sebuah karya seni yang indah.

Sambutan awal disampaikan oleh Kadisbudpar Kabupaten Bogor selaku Pimpinan dari Dinas penyelenggara. Disambung dengan sambutan dari Bupati Bogor yang menyampaikan rasa syukur serta dukungan atas terselenggaranya acara Festival Budaya Daerah. Selain itu Perwakilan Kedubes Arab Saudi juga berkenan memberi Sambutan untuk acara tahun ini. Setelah pembacaan doa bersama kemudian acara dibuka secara resmi oleh Bupati Bogor bersama dengan tamu undangan.

[SLGF id=1042]

Suguhan tari pembukaan kemudian dibawakan oleh Paguyuban Moka bekerjasama dengan anggota Paskibra pilihan. Tarian Kolosal ini layak mendapat acungan jempol karena koreografinya terasa begitu artistik dan megah. Kekompakan gerak dipadu dengan musik latar yang ciamik serta ditambahi dengan sajian seorang vokalis (finalis Jajaka) bertimbre orkestra, menjadikan sajian pembukaan ini menjadi salah satu momen yang pantas untuk dikenang dari acara Helaran tahun 2018.

[SLGF id=1063]

Festival Budaya Daerah Kabupaten Bogor kemudian berlanjut ke acara inti yaitu persembahan kreasi seni dari setiap Kecamatan yang turut berpartisipasi. Dalam sesi utama ini tampuk pembawa acara diserahkan kepada Kang Ceceng. Dengan gayanya yang kocak dan ‘Sunda pisan’, Kang Ceceng mengantar setiap suguhan seni tampil di hadapan Bupati dan para tamu undangan . Masing-masing perwakilan berlomba menunjukkan kreasi terbaiknya. Ada sajian pencak silat, rampak kendang, mini drama, tari kreasi, juga suguhan bertema permainan anak-anak. Iring-iringan terus berjalan sampai pada penampilan terakhir. Semuanya berusaha untuk merebut gelar sebagai penampil terbaik.

[SLGF id=1089]

Akhir kata, sampai jumpa lagi di acara Helaran tahun depan!

Read More
disbudpar 22 Nov 2018 2 Comments

JELANG HELARAN 2018

Setiap tahunnya Disbudpar Kabupaten Bogor menggelar sebuah festival yang mengikutsertakan semua Kecamatan di Kabupaten untuk menampilkan pertunjukan seni hasil garapannya masing-masing. Tahun 2018 ini festival tersebut akan kembali diadakan pada tanggal 17 November yang bertempat di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong. Acara ini, biasa disebut sebagai Helaran, terbuka untuk umum. Masyarakat bisa turut melihat pertunjukan kreasi seni budaya dari 40 Kecamatan.

Persiapan telah dilaksanakan oleh Seksi Even Disbudpar jauh-jauh hari sebelumnya. Dimulai dari sosialisasi ke setiap Kecamatan, pengumpulan sinopsis acara, juga koordinasi dengan pihak-pihak terkait kegiatan. Acara Helaran memang melibatkan partisipasi dari banyak pihak. Mulai dari keamanan, pengaturan lalulintas, sampai pada kebersihan.

Selain penampilan kreasi seni dari 40 Kecamatan. Festival Budaya Kabupaten Bogor 2018 akan dihiasi penampilan dari para Mojang-Jajaka hasil binaan Disbudpar. Jadi buat masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya, jangan sampai lupa untuk menghadiri acara Helaran ini. Banyak gelaran yang bisa disaksikan dan diapresiasi di sini. Sebuah pilihan menarik untuk berwisata bersama keluarga di akhir pekan.

Read More
disbudpar 16 Nov 2018 0 Comments

WILUJENG SUMPING MOJANG DAN JAJAKA PINILIH KAB.BOGOR 2018

Setelah melewati beberapa tahapan –dari mulai audisi per Kecamatan, disambung dengan audisi terpusat, kemudian karantina dan pelatihan– akhirnya pada tanggal 13 Oktober 2018, bertempat di Lantai 10 Hotel Lorin Sentul, digelarlah Malam Final Penentuan Mojang dan Jajaka Pinilih Kabupaten Bogor Tahun 2018.

Acara Malam Final ini dimulai sejak pukul tujuh malam. Dimulai dengan pemberian beberapa sambutan, di antaranya sambutan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, juga sambutan dari Bupati Kabupaten Bogor. Kemudian hadirin disuguhi penampilan dari para Finalis yang bersama-sama membawakan tarian kreasi. Acara diramaikan juga dengan penampilan band lokal, dan penampilan tarian tradisional serta tembang sinden dari Sanggar Annisa Rumpaka( Kec. Ciampea, Pimpinan Pak Iyan) salah satu Sanggar Seni binaan Disbudpar.

Di seleksi awal Dewan Juri menentukan enam besar pasangan Mojang dan Jajaka. Enam orang finalis ini kemudian diuji dengan cara merespon sebuah problem sosial (mengenai ekploitasi anak) yang ditayangkan melalui layar besar di hadapan mereka. Setelah semua finalis menyampaikan jawabannya, Dewan Juri kemudian menilai dan memilih tiga pasang sebagai Finalis yang melaju ke tahap akhir penilaian. Pasangan Finalis Tiga Besar tersebut harus kembali menunjukkan keunggulan mereka dengan cara menjawab pertanyaan yang diajukan oleh anggota Dewan Juri. Setelah semua penilaian tersebut, penonton disajikan hiburan dari Sanggar Seni sementara Dewan Juri mengadakan rapat untuk menentukan penilaian akhir.

Setelah diskusi intens di ruang penjurian, tibalah saatnya untuk mengumumkan pemenang. Suasana haru dan suka-cita memenuhi balairung di lantai 10 Hotel Lorin pada malam itu. Kini secara resmi Kabupaten Bogor telah memiliki pasangan Mojang dan Jajaka Pinilih untuk periode 2018-2019. Selain itu ada juga penyerahan gelar Atribut kepada beberapa Mojang dan Jajaka  lainnya.

Kami mengucapkan selamat kepada Tanti Nur yang terpilih sebagai Mojang Pinilih 2018, serta Moh. Fernanda Gunawan sebagai Jajaka Pinilih 2018. Semoga bisa mengemban amanah dengan baik selama kurang lebih setahun ke depan, juga bersama Disbudpar menjadi Duta Pariwisata Kabupaten Bogor. Selamat bertugas!

Read More
disbudpar 16 Oct 2018 0 Comments

AUDISI TERPUSAT MOJANG-JAJAKA KABUPATEN BOGOR 2018

Setelah proses Audisi Mojang-Jajaka di beberapa Kecamatan telah dilalui –dengan sesi terakhir di zona Kecamatan Cibinong, tibalah waktunya tahapan audisi terpusat. Pada tahapan ini setiap peserta  yang telah lolos dari seleksi di masing-masing Kecamatan diuji dan disaring kembali untuk memasuki tahapan final. Pada tanggal 28 September 2018, bertempat di Gedung Kesenian dan Olahraga Kabupaten Bogor, acara Audisi Terpusat dilaksanakan.

Audisi terpusat ini melibatkan 5(lima) orang Juri pilihan untuk mewakili beberapa Bidang penilaian. Dewan Juri ini terdiri dari: Dr.Drs. Jajang Gunawijaya, MA (Bidang Pariwisata), Drs. Kusnar Budi, Mbus (Bidang Pengetahuan Umum dan Kepemerintahan), Ivan Fadillah (Penampilan dan Kepribadian), Bernika Irnadianis Ifada, SE, M.Si (Bahasa dan Ketrampilan), Agustina Multi Purnomo, Sp, M.Si (Seni dan Budaya). Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, penilaian para Juri pada tahapan ini lebih spesifik dan menelisik. Para peserta diuji pengetahuannya mengenai pribadi dan Kabupaten Bogor secara lebih mendetail. Bahkan ada pertanyaan yang sepertinya sederhana tapi terbukti sulit untuk dijawab, seperti: “Apa yang membuatmu yakin bisa menang?”

[SLGF id=887]

Selepas proses wawancara dan unjuk kebolehan. Para Juri berdiskusi secara intens, untuk memutuskan siapa saja yang diloloskan untuk menuju tahapan final. Lumayan lama juga mereka memilah dan memilih karena banyaknya calon-calon yang potensial, maka itu perlu benar-benar diteliti dan ditimbang siapa yang bisa mengemas dirinya secara komplit sehingga pantas untuk ditampilkan di acara penilaian puncak nantinya. Setelah proses diskusi yang alot, akhirnya terpilihlah 15 Mojang dan 15 Jajaka sebagai Finalis. Berikut ini nama-namanya:

MOJANG

  1. Tanti Nur (Kec. Cibinong)
  2. Siti Inten Puji Mallia (Kec. Klapanunggal)
  3. Muna Musyi’Atul Ummah (Kec. Ciampea)
  4. Syania Dewi Kusmardianto (Kec. Cibinong)
  5. Resty Mardiana (Kec. Cibinong)
  6. Suci Wulandari (Kec. Citeureup)
  7. Husnusysfa (Kec. Cibinong)
  8. Asri Arista Citrani (Kec. Pamijahan)
  9. Annisa Amalia (Kec. Cigombong)
  10. Intan Islami (Kec. Nanggung)
  11. Melisa Damayanti (Kec. Cibinong)
  12. Rahma Rizky Fadhila (Kec. Ciawi)
  13. Amelia Irianto (Kec. Cibinong)
  14. Erika Nur Rizky Septian (Kec. Pamijahan)
  15. Dian Setia Ningrum (Kec. Tamansari)

JAJAKA

  1. Adi Juardi (Kec. Ciawi)
  2. Muhamad Hakin (Kec. Dramaga)
  3. Rendi Gunawan (Kec. Leuwiliang)
  4. Mochamad Ali Basmalah (Kec. Ciawi)
  5. Abdul Aziz (Kec. Rumpin)
  6. Noris Septerianus (Kec. Ciampea)
  7. Deri Adam (Kec. Ciawi)
  8. Zulmi Alfiandani (Kec. Citeureup)
  9. Akbar Maulana (Kec. Citeureup)
  10. Aditya Guara Rudiansyah (Kec. Ciawi)
  11. Arief Ariyansyah (Kec. Cibinong)
  12. Ahmad Helmi Immaduddin (Kec. Tajur Halang)
  13. Faisal Azhari (Kec. Gunung Putri)
  14. Fernanda Gunawan (Kec. Gunung Putri)
  15. Muhamad Tesar Hadi (Kec. LeuwiLiang)

Untuk mereka yang terpilih kami ucapkan selamat, jangan lupa untuk mempersiapkan diri kalian menuju tahapan selanjutnya: Pelatihan, Karantina, dan Malam Final.

Read More
disbudpar 2 Oct 2018 0 Comments

AUDISI MOKA 2018 KABUPATEN BOGOR DI DISBUDPAR

Kegiatan Audisi Mojang-Jajaka Kabupaten Bogor Tahun 2018 telah dimulai. Tim dari Seksi Even Bidang Pemasaran Disbudpar Kab.Bogor telah berkeliling ke beberapa Kecamatan untuk menyeleksi para pendaftar. Pada tanggal 25 September 2016 telah digelar seleksi untuk wilayah Kecamatan Cibinong yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Disbudpar. Juri untuk seleksi terdiri dari perwakilan Paguyuban Moka dan didampingi oleh perwakilan dari Dinas. Sesuai rancangan acara dimulai pada pukul 9 pagi, namun para peserta yang antusias tampak sudah berkumpul sejak pukul 8 pagi.

Dalam audisi ini para peserta diminta oleh dewan Juri untuk menunjukkan bakat yang dimiliki, serta pengetahuan mengenai pariwisata di Kabupaten Bogor. Penilaian dimulai dari cara memperkenalkan diri, saat menjawab pertanyaan, baru kemudian dipersilakan untuk mempertunjukkan bakat yang dimiliki. Ada peserta yang menunjukkan kebolehannya dalam hal bernyanyi, menari, membaca puisi, ada juga yang menunjukkan kemampuan sebagai pembaca berita, bahkan sebagai pendongeng.


Kepada para peserta Juri menyarankan untuk lebih santai agar dapat menunjukkan sisi terbaik dalam dirinya. Ada banyak peserta yang karena gugup (beberapa baru pertama ikut acara semacam ini) akhirnya kurang bisa menunjukkan kemampuan optimalnya. Kemampuan berbahasa asing (terutama Bahasa Inggris) termasuk dalam faktor penilaian, selain kemampuan membawa diri, dan terutama pengetahuan mengenai pariwisata di Kabupaten Bogor. Kenali daerahmu dengan baik karena itulah yang akan kalian promosikan, demikian Juri menyiratkan. Hal yang perlu diingat adalah bahwa Pasanggiri Moka bukan sekadar unjuk bakat sahaja, akan tetapi pemilihan figur-figur muda yang akan bertugas menjadi duta pariwisata daerah. Bagaimana bisa berpromosi dengan baik apabila tidak memahami apa yang akan dipromosikan? Oleh karenanya selain pandai menari atau menyanyi, kenali serta pahami potensi daerah dan wisata di Kabupaten Bogor, lebih baik lagi apabila pernah mengunjungi.

Dari 35 orang peserta yang mendaftar pada seleksi wilayah Cibinong, ada 20 orang yang lolos ke tahap seleksi berikutnya. Kepada peserta yang lolos, kami ucapkan selamat dan jangan lupa untuk lebih mempersiapkan diri untuk audisi tahap II pada tanggal 28 September di Gedung Kesenian (bocoran: penilaian-nya akan lebih spesifik dan alot). Untuk yang belum lolos, jangan putus harapan, masih ada kesempatan untuk mencoba lagi di tahun depan. Masih ada waktu untuk lebih mempersiapkan diri kalian. Jangan menyerah ya?

Kepada semua yang telah mendaftar, kami ucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya.

[SLGF id=837]

Read More
disbudpar 26 Sep 2018 0 Comments