Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Disbudpar Kab. Bogor mengirimkan Tim dari SMPN 1 Ciampea untuk mengikuti Festival Permainan Tradisional, yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, 21-23 Juli 2016 di Teater Terbuka Jl. Ir. H. djuanda - Bandung.

Tim SMPN 1 Ciampea merupakan Tim terbaik/juar pada Festival KAULEM TK. Kabupaten Bogor 2016 yang dielenggarakan oleh Disbudpar.

Festival Permainan Tradisional di Taman Budaya kali ini diikuti oleh 14 Kab,/Kota Se-Jawa barat : Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sukabumi, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Majalengka dan Kota Tasikmalaya,  Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Bandung, Kabupaten karawang, dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kategori penilaian : Penyaji terbaik Seni Musik, Penyaji terbaik Gerak, Penyaji terbaik Tata Busana/Rias, Penyaji terbaik Keutuhan Pertunjukan dan Penyaji terbaik Penggalian Inovasi.

Pemenang :

Penyaji terbaik Seni Musik dari Kab. Majalengka

Penyaji terbaik Gerak dari Kab. Bandung Barat

Penyaji terbaik Tata Busana/Rias dari Kab. Bandung

Penyaji terbaik Keutuhan Pertunjukan dari Kab. Sukabumi

Penyaji terbaik Penggalian Inovasi dari Kota Bogor

 
Sedikit ulasan dicuplik dari :
 

Sumber : http://www.galamedianews.com/budaya/101835/festival-permainan-tradisional-di-taman-budaya.html - See more at: http://www.disparbud.jabarprov.go.id/applications/frontend/index.php?mod=news&act=showdetail&id=2341#sthash.CC1D2NHp.dpuf 

Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat akan gelar “Festival Permainan Tradisional” (Festival Sendra Kaulinan Urang Lembur) tahun 2016, mulai Kamis - Sabtu (21-23/7/2016) di teater terbuka.

Festival ini mengambil tema “Menanamkan silih asah silih asuh dan berjiwa korsa” dilaksanakan dalam rangka pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan kegiatan kaulinan atau dolanan Tradisional. Selain itu, “Festival Permainan Tradisional” (Festival Sendra Kaulinan Urang Lembur) dilaksanakan sebagai upaya menggali kembali nilai-nilai adiluhung, edukasi sosial dan budaya masyarakat serta kreativitas dalam permaian dan mainan tradisional yang saat ini mengalami pergeseran nilai menjadi sebuah kompetisi olahraga.

Dalam kaulinan atau permainan tradisional (Sunda), ada banyak maksud dan tujuan yang hendak dicapai. Intinya mencari kesenangan bersama-sama. Bukan kesenangan individual sebagaimana yang diciptakan dalam permainan modern yang elektronis bersifat individual seperti Play Station, Nitento, Sega dan lainnya.  Permainan elektronis mengajarkan anak menjadi tidak terikat atau mahardika atau independen.

Sebaliknya, masyarakat Sunda telah banyak mengenal jenis banyak permainan yang melibatkan kelompok yang mengajarkan anak hidup sauyunan (kebersamaan) kreatif, tegas dan cerdik.

Ada banyak jenis kaulinan dan permainan yang memiliki istilah atau penamaan sama, namun istilah yang dipergunakan untuk perintah, aturan maupun ungkapan tiap daerah berbeda satu dengan lainnya. keragaman bahasa ini selain disebabkan oleh penutur yang tidak homogen, terjadi juga karena kegiatan interaksi sosial yang sangat beragam. Hal ini menunjukan kekayaan suku Sunda dari suku lainnya di tanah Jawa maupun di tanah air. Tidak terkecuali dalam kegiatan bermain.

Namun kondisi saat ini sebagaimana yang terjadi dalam hubungan sosial, berbagai aktivitas selalu dikaitkan dengan prestasi yang pada akhirnya harus ada pemenang. Tidak terkecuali dengan permainan atau kaulinan anak, padahal inti dan tujuan dari permainan adalah kesenangan, meski harus diakhiri ada yang kalah dan menang.

Selain tujuan akhir dari permainan, atau kaulinan yang sudah mulai keluar dari nilai filosofi Sunda sesungguhnya yang tidak mengenal kompetisi, kaulinan saat ini lebih diarahkan pada kompetisi olah raga.

Padahal, filosofi yang disampaikan dalam kaulinan atau permainan anak adalah memperkenalkan dua sifat  berupa baik dan buruknya. Anak dengan sendirinya ditantang belajar dan mengenal dengan dunianya supaya kedepannya generasi mendatang menjadi generasi yang mahardika, kompetitif, kreatif, cerdik, memilik rasa sosial, kebersamaan dan pendidikan rasa yang didalamnya memiliki nilai etis, religius dan filosopis.

Hal yang tidak kalah pentingnya, selain dari mengajarkan kebersamaan, satu ciri lain dari kaulinan urang lembur yang biasanya tidak lepas dari kakawihan meskipun kawihnya pendek dan lebih dekat dengan hariring daripada kawih. Maka dari itu, kaulinan urang lembur termasuk kedalam unsur kebudayaan yaitu kesenian karena terdapat unsur musikal, vokal, gerak dan juga aturan main yang bisa disebut dengan drama.

 




Kalender Kegiatan

NOV
26
Pagelaran Wayang Golek Ke 4

Ki Dalang Maman Nurjaman


Lokasi : Kecamatan Tajur Halang
NOV
12
Pagelaran Wayang Golek Ke 3

Ki Dalang Den Gala A.Sn


Lokasi : Kecamatan Jonggol
OCT
29
Pagelaran Wayang Golek ke 2

Ki Dalang H. YAYA SETIA SUKARYA (KARAWANG)


Lokasi : Ktr. Kelurahan Cibinong Kec. Cibinong
OCT
15
Pagelaran Wayang Golek ke 1

Ki Dalang ARMANDA SUNARTA (Kab. Bogor)

 


Lokasi : Desa Kiarapandak Kec.Sukajaya
OCT
03
Festival Seni Nuansa Islam 2016

Qasidah, Irama Gambus dan Bintang Vokalis


Lokasi : Gdg. Kesenian Jl. Tegar Beriman
Download
2017 © Dinas Kebudayaan dan Pariwisata